Perajin anyaman bambu di Desa Batujajar Barat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku kesulitan modal untuk mengembangkan usaha. Para perajin kadang sulit memenuhi pesanan, karena tidak bisa mendapatkan bahan baku terkait modal yang terbatas.
Seorang perajin anyaman bambu, Irma Wulansari mengatakan, kerajinan anyaman bambu di Desa Batujajar Barat, sebenarnya mampu menghidupi perekonomian sebagian warga. Namun, karena dijalani dengan apa adanya, maka sebagian besar perajin tidak bisa melakukan pengembangan usaha. “Kasarnya, dari usaha kerajinan anyaman bambu itu, cukup untuk makan sehari-hari saja. Untung yang didapat tidak bisa untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.
Perajin lainnya, Nemah sangat mengharapkan adanya bantuan modal baik dari pemerintah maupun swasta. Di samping ada bantuan, pembinaan manajemen dan pemasaran, sehingga para perajin bisa hidup dengan layak.
“Dalam proses produksi, kami juga meghadapi kendala terbatasnya sumber daya manusia. Sedikit saja tenaga yang terampil. Mungkin dengan adanya pelatihan yang dibantu oleh pemerintah, para perajin di sini mampu meningkatkan keterampilannya,” tutur Irma.
Para perajin anyaman bambu di Desa Batujajar Barat, menggunakan bahan baku berupa bambu tali dan bambu hitam. Hasil kerajinannya sendiri sudah mulai bervaritif. Sementara harga jual dari kerajinan anyaman bambu itu berkisar antara Rp 10.000,00 (yang paling murah) hingga Rp 2,5 juta (paling mahal). Sedangkan jenis barang yang dipesan, harga jualnya tergantung kesepakatan pembeli dan para perajin
0 komentar:
Posting Komentar